Pak Pid's Blog

Balance Scorecard

with 2 comments

Balanced Scorecard

Balanced scorecard merupakan metode pengukuran kinerja perusahaan dengan melibatkan beberapa perspektif, yaitu perspektif finansial, perspektif internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, serta perspektif dari sisi customer.

Balanced scorecard menunjukkan perbedaannya dibandingkan dengan metode lain dalam mengukur kinerja perusahaan yang biasanya hanya melakukan pengukuran dari sisi keuangan atau finansialnya saja.

Metode balanced scorecard ditujukan untuk menjawab beberapa pertanyaan seperti kinerja perusahaan dimata para pemegang saham (financial perspective), pandangan para pelanggan terhadap perusahaan (customer perspective), keunggulan perusahaan (internal perpective), dan bagaimana perbaikan dan penciptaan nilai secara berkesinambungan (learning and growth perspective).

Konsep balanced scorecard adalah dari dua kata yaitu scorecard atau kartu skor atau raport dan juga balanced yang berarti seimbang. Kartu skor digunakan untuk mencatat hasil kinerja seseorang. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merancangkan skor yang akan diwujudkan oleh personil untuk waktu kedepan, atau dapat juga diartikan sebagai rencana kerja personil di masa depan yang dituliskan pada kartu skor. Melalui kartu skor ini, rencana personil yang akan diwujudkan untuk masa depan kemudian dibandingkan dengan kartu skor hasil kinerja sesungguhnya dari personil yang bersangkutan. Hasil evaluasi perbandingannya nanti digunakan untuk mengukur kinerja personil. Kemudian maksud dari berimbang disini adalah kinerja personil diukur secara berimbang dari sisi finansial dan non finansial, jangka pendek dan jangka panjang, serta internal maupun eksternal.

Balanced scorecard memperkenalkan empat proses manajemen yang terbagi dan terkombinasi antara tujuan strategi jangka panjang dengan peristiwa-peristiwa jangka pendek. Keempat proses tersebut adalah.

  1. Visi, misi, dan strategi perusahaan

    Dalam menentukan kinerja suatu perusahaan diperlukan visi yang menjadi dasar dari tujuan yang akan dicapai, kemudian visi ini nanti dijabarkan menjadi tujuan dan sasaran. Untuk mewujudkan visi, perusahaan perlu merumuskan rencana strategi, rencana strategi ini nanti dijabarkan menjadi sasaran strategi dan ukuran pencapaiannya.

  2. Komunikasi dan hubungan

    Dengan balanced scorecard akan dapat menunjukkan apa yang menjadi tujuan perusahaan, apa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai keinginan pemegang saham dan konsumen, karena tujuan tersebut diperlukan kinerja yang baik dari karyawan.

  3. Rencana bisnis

    Rencana bisnis memungkinkan suatu organisasi mengintegrasikan antara rencana bisnis dengan keuangan mereka. Banyak organisasi pada saat ingin mencapai suatu program, mengeluarkan ide-ide mereka yang beraneka ragam dan saling bersaing satu dengan yang lain, dan hal ini menjadikan manajer mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan ide-ide yang muncul pada setiap department. Dengan diterapkannya balanced scorecard, akan menggerakkan ke arah tujuan jangka panjang perusahaan secara menyeluruh.

  4. Umpan balik dan pembelajaran

    Ini mengenai sistem pembelajaran dalam perusahaan. Dengan menggunakan balanced scorecard kinerja sistem pembelajaran dalam perusahaan dapat diukur dengan seksama, dan dimonitor secara bertahap.

Perspektif pengukuran balanced scorecard

  1. Perspektif finansial

    Perspektif finansial atau keuangan tetap menjadi perhatian dalam balanced scorecard, karena perspektif ini merupakan hasil dari dijalankannya ketiga perspektif yang lain, dan tujuan dari dijalankannya ketiga perspektif lainnya adalah untuk mencapai tingkat finansial yang baik. Ada tiga tahap dalam yang menjadi sasaran perspektif finansial.

  2. Tahap berkembang (Growth)

    Tahap berkembang merupakan tahapan yang dialami oleh suatu perusahaan yang baru. Pada tahap ini perusahaan berusaha untuk mengembangkan perusahaannya dengan berbagai macam cara, seperti meningkatkan infrastruktur, meningkatkan penjualan, meningkatkan sumber daya, meningkatkan hubungan dengan konsumen, dan lain sebagainya. Biasanya pada tahap ini, tingkat pengembalian atas modal rendah.

  3. Tahap bertahan (Sustain state)

    Tahap ini merupakan tahap kedua dari tahapan perspektif finansial, dimana pada tahap ini perusahaan masih melakukan investasi untuk memperoleh nilai pengembalian yang maksimal. Investasi yang dilakukan umumnya ditujukan untuk menghindari kemacetan, mengembangkan kapasitas, dan juga meningkatkan perbaikan operasional secara konsisten.

  4. Tahap panen (Harvest)

    Tahapan panen disebut juga tahapan kematangan (mature), dimana perusahaan telah menjadi matang, dan dapat melakukan panen terhadap hasil dari investasi mereka. Perusahaan tidak lagi melakukan investasi kecuali hanya untuk memelihara dan untuk perbaikan fasilitas.

  5. Perspektif pelanggan

    Pada masa lalu perusahaan seringkali memfokuskan diri pada kemampuan internal perusahaan untuk mendapatkan keuntungan finansial yang baik. Namun akhir-akhir ini fokus tersebut berubah. Perusahaan lebih memfokuskan diri pada kepuasan konsumen terhadap produk dan jasa dari perusahaan. Suatu produk atau jasa terlihat semakin bernilai jika semakin mendekati keinginan dan kepuasan dari konsumen. Tolok ukur untuk mengukur kinerja pelanggan dibagi menjadi dua kelompok.

  6. Kelompok inti

    Mengukur seberapa besar porsi segmen pasar yang dikuasai oleh perusahaan, mengukur seberapa banyak perusahaan telah menarik konsumen-konsumen baru, mengukur seberapa banyak perusahaan telah mampu mempertahankan konsumen-konsumennya, mengukur seberapa besar tingkat kepuasan konsumen, dan mengukur seberapa besar tingkat keuntungan dari penjualan produk atau jasa kepada konsumen.

  7. Kelompok penunjang

    Mutu peralatan dan fasilitas produksi yang digunakan, kemampuan sumber daya manusia, fleksibilitas perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta citra dan reputasi perusahaan dimata para konsumennya.

  8. Perspektif proses bisnis

    Manajer harus dapat menentukan proses bisnis internal yang penting bagi perusahaan karena proses tersebut mempunyai nilai-nilai yang diinginkan konsumen dan dapat menghasilkan value bagi perusahaan.

    Tahapan dari proses bisnis adalah sebagai berikut :

    1. Inovasi

      Inovasi adalah penciptaan produk baru yang biasanya dilakukan oleh department riset dan teknologi. Meliputi lama penciptaan produk baru, biaya yang dikeluarkan, dan berapa banyak produk yang dapat diciptakan.

    2. Proses operasi

      Tahap ini merupakan tahap dimana perusahaan berusaha memberikan solusi kepada pelanggan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

    3. Proses penyampaian produk atau jasa pada konsumen

      Tahapan ini merupakan tahapan distribusi produk baik berupa barang atau jasa kepada konsumen.

    4. Perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan

      Perspektif ini termasuk didalamnya adalah mengembangkan pengukuran kinerja untuk mendorong organisasi untuk dapat berjalan dan berkembang. Tujuan dari perspektif ini adalah menyediakan infrastruktur yang mendukung tercapainya ketiga perspektif sebelumnya. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada perspektif ini adalah karyawan, yaitu mengenai kepuasan karyawan dan produktifitas karyawan, dan kemampuan sistem informasi perusahaan, yaitu mengenai kemudahan prosedur dalam perusahaan. Perusahaan perlu memiliki prosedur informasi yang mudah dipahami dan dijalankan.

    Keuntungan menggunakan balanced scorecard

    Menurut Mulyadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari penggunaan balanced scorecard adalah sebagai berikut :

    1. Komperhensif.

      Pada awalnya perusahaan menganggap bahwa perspektif keuangan merupakan perspektif yang paling tepat untuk mengukur kinerja perusahaan. Setelah adanya balance scorecard, perusahaan baru menyadari bahwa perspektif keuangan merupakan hasil dari beberapa perspektif lain yaitu perspektif pelanggan/customer, proses bisnis internal, dan pertumbuhan dan pembelajaran. Pengukuran yang lebih komperhensif atau menyeluruh ini membuat perusahaan untuk lebih bijak dalam menentukan strategi bisnisnya untuk memasuki ruang bisnis yang lebih kompleks.

    2. Seimbang.

      Kesimbangan ada pada sasaran strategik yang dihasilkan dari 4 perspektif meliputi jangka panjang dan jangka pendek dan berfokus pada faktor eksternal dan internal. Keseimbangan balanced scorecard tercermin juga pada keselarasan antara scorecard karyawan dengan scorecard perusahaan sehingga setiap masing-masing karyawan dalam perusahaan mempunyai tanggungjawab juga untuk memajukan perusahaan.

    3. Terukur.

      Berbagai perspektif dapat diukur dengan balanced scorecard baik itu perspektif finansial, customer, proses bisnis internal, dan juga pertumbuhan dan pembelajaran.

    Urutan Penerapan Balanced Scorecard

    Dalam mengukur kinerja perusahaan lewat balanced scorecard, terdapat urutan atau langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penerapan balanced scorecard, langkah-langkah tersebut adalah :

    1. Penetapan visi, misi, dan strategi perusahaan

      Dalam perancangan balanced scorecard sangat perlu dilandasi oleh visi, misi, dan strategi perusahaan sebagai pegangan dalam mencapai sesuatu. Pertama kali yang harus diperhatikan adalah visi perusahaan yang menjadi tujuan utama perusahaan, setelah itu baru dijabarkan menjadi visi, dan strategi perusahaan.

    2. Penetapan strategy map

      Strategy map merupakan peta strategi perusahaan dimana termasuk didalamnya berisi apa saja yang akan dicapai perusahaan dan bagaimana cara mencapainya. Peta strategi ini dibuat untuk keseluruhan perspektif, yaitu finansial, customer, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran.

    3. Penetapan key performance indicator(KPI)

      Setelah proses penetapan peta strategi selesai, maka tahap selanjutnya adalah penetapan key performance indicator untuk peta strategi tersebut.

      Dibawah ini merupakan contoh penetapan key performance indicator pada perspektif pelanggan (customer).

      Perspektif Dep. Obj. KPI Measure Target Inisiatif
      Pelanggan Dep. Solusi & Imp

      Dep. Pemasaran

      Peningkatan Kepuasan dan loyalitas pelanggan Peningkatan efektifitas komunikasi dengan pelanggan

      Ketidakpuasan pelanggan

      Presentase

      Presentase

      15%

      5%

      Peluncuran portal

      Respon time 1x24jam

    4. Membuat department scorecard

      Department scorecard merupakan scorecard yang dibuat dan dikhususkan untuk masing-masing department dalam perusahaan. Department scorecard dibuat agar masing-masing department/divisi dalam perusahaan dapat fokus untuk mendukung kinerja perusahaan.

    5. Membuat personal scorecard

      Personal scorecard merupakan scorecard yang dibuat dan dikhususkan untuk masing-masing karyawan dalam perusahaan. Scorecard ini dibuat agar masing-masing karyawan dalam perusahaan dapat fokus untuk mendukung kinerja perusahaan.

    6. Pengukuran kinerja

      Setelah menetapkan strategi dan key performance indicator, maka hal lain yang perlu dilakukan adalah menetapkan kriteria penilaian kinerja. Kinerja dapat diberi nilai berdasarkan presentase maupun berdasarkan angka tertentu dan ini akan menunjukkan tingkat kinerja perusahaan, atau department, atau personil.

      Dibawah ini merupakan contoh penilaian kinerja.

      Rentang poin pencapaian Pencapaian target
      3,6 – 4,0 Excellent
      2,6 – 3,5 Good
      1,6 – 2,5 Fair
      1,0 – 1,5 Weak
      0,0 – 0,9 Poor
    7. Evaluasi dan inisiatif

      Setelah didapatkan hasil dari pengukuran kinerja perusahaan, maka hasil tadi digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil perusahaan.

      Bagi department dan personil atau karyawan perusahaan biasanya ada kompensasi atas hasil kinerja mereka, dan itu juga tergantung dari kebijaksanaan perusahaan. Jika hasil kinerja baik, bisa jadi memperoleh bonus, atau kenaikan gaji, dan jika hasil kinerja buruk, bisa jadi memperoleh teguran, ataupun pemotongan gaji.

    Daftar Pustaka

    http://www.asmakmalaikat.com/go/artikel/ekonomi/Eko32.htm

    http://jsofian.wordpress.com/2006/07/19/berkenalan-dengan-balanced-scorecard-bsc/

    Mulyadi. 2001. Balanced Scorecard: Alat Manajemen Kontemporer untuk Pelipatganda Kinerja Keuangan Perusahaan. Cetakan ke-1.  Salemba Empat, 2001

    Pratama, Andi. 2009. Perancangan Tolok Ukur Kinerja Perusahaan Berbasis Balanced Scorecard PT.Fondaco Mitratama. Thesis.

    Ridwan, Iwan. 2007. Perancangan Key Performance Index dengan Menggunakan Balanced Scorecard pada PT. Usadi Sistemindo Intermatika. Thesis.

    Advertisements

Written by das_84id

January 5, 2010 at 12:27 am

Posted in Corporate IS

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah keren nih infonya

    afri

    June 21, 2011 at 4:37 am

  2. maaf pak boleh nanya, kalau contoh dari kartu nya sendiri gimana ya pak, atau gambar dari kartu scorecard di perusahaan?

    zakky amieq

    December 5, 2016 at 12:38 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: