Pak Pid's Blog

Archive for the ‘Corporate IS’ Category

Internet Business

leave a comment »

Pendahuluan

Internet telah memberikan dampak yang besar bagi umat manusia, karena hampir semua informasi yang dibutuhkan tersedia lewat internet, dan bukan hanya informasi saja yang dapat diperoleh melalui internet, namun melalui internet berbagai aktivitas dapat dilakukan, seperti kegiatan menulis atau sering disebut blogging, kegiatan berdiskusi lewat forum diskusi, pengiklanan produk, belanja online, dan lain sebagainya. Pada awal dikenalnya bisnis lewat internet, pengguna fasilitas ini dapat digolongkan hanya orang-orang yang mengerti teknologi dan berkecimpung di dunia IT, namun dengan berjalannya waktu, saat ini bukan hanya mereka yang mendalami IT yang dapat menggunakan fasilitas ini, namun banyak orang yang telah menggunakan internet untuk mendukung bisnis mereka, atau sekedar menggunakan jasa usaha yang tersedia melalui internet, seperti berbelanja online.

Bisnis lewat internet cukup menguntungkan, karena dengan menggunakan internet, produk usaha tidak hanya dapat dilihat di dalam kota, atau dalam negeri saja, melainkan lingkupnya mencapai lingkup nasional, bahkan internasional. Beberapa keuntungan juga ditawarkan dalam menjalankan bisnis lewat internet, seperti dikenalnya produk lebih luas lagi, efisiensi perusahaan meningkat, tidak dibatasi ruang dan waktu, dan lain sebagainya.

E-Commerce

Electronic Commerce atau sering dikenal dengan sebutan e-commerce merupakan aktivitas jual beli baik itu berupa barang ataupun jasa melalui media elektronik (internet).

Tipe-tipe transaksi electronic commerce pun berbeda-beda. Berikut ini merupakan 3 tipe transaksi melalui internet.

  1. Business to Business

    Business to Business atau B2B merupakan aktivitas transaksi elektronik yang dilakukan antar badan usaha atau antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lain. Contoh dari B2B adalah Comodity exchange.

  2. 2. Business to Consumer

    Business to Consumer atau B2C merupakan aktivitas transaksi elektronik yang dilakukan antara perusahaan dengan konsumen. Contoh dari B2C adalah Amazon, Dagadu, dan lain sebagainya.

  3. 3. Consumer to Consumer

    Consumer to Consumer atau C2C merupakan aktivitas transaksi elektronik yang dilakukan antara konsumen dengan konsumen. Contoh dari C2C adalah kegiatan jual beli baik itu barang baru ataupun barang bekas melalui forum jual beli.

Cara Kerja E-Commerce

Berikut ini merupakan gambaran cara kerja e-commerce mulai dari sisi client atau customer sampai ke sisi administrator dan sebaliknya.

Cara kerja e-commerce

Dapat dilihat pada gambar diatas yang merupakan rangkaian jalannya proses transaksi e-commerce dari sisi administrator.

Administrator dengan label “You” melakukan manipulasi data di database menggunakan Admin Interface, yang merupakan halaman dimana administrator dapat menginputkan data, mengubah data, dan menghapus data, baik itu data mengenai shipping atau pengiriman barang, data produk atau jasa yang dijual, dan juga data mengenai informasi pembayaran. Data pada database ini nanti berhubungan langsung dengan Ecommerce website, produk yang ditampilkan diambil dari database, sedangkan data shipping, data payment dan validasinya menggunakan data shipping dan payment.

Dari sisi client atau customer, pertama kali client melakukan penelusuran produk, kemudian memilih produk, dan membeli produk melalui Ecommerce website. Setelah client setuju untuk melakukan pembayaran, maka data pembayaranpun disimpan dan kemudian data pengiriman pun juga disimpan, kemudian sampailah di sisi admin, dimana admin dapat melihat data transaksi terbaru lewat halaman administrator.

Gambaran lebih detail mengenai proses transaksi yang terjadi pada pembelian lewat internet adalah sebagai berikut.

Proses transaksi

E-Business

Electronic Business atau sering disebut e-business merupakan kegiatan transaksi melalui media elektronik (internet), namun bukan hanya aktivitas jual beli saja yang dikerjakan, namun juga layanan konsumen, dan juga berkolaborasi dengan partner bisnis lain. Dengan kata lain electronic business merupakan electronic commerce dengan lingkup yang lebih besar lagi.

Komponen Penting dalam E-Commerce

Dalam electronic commerce maupun electronic business terdapat komponen-komponen penting yang sangat mendukung kehidupan dari electronic commerce itu sendiri :

  • Website merupakan komponen penting dimana client dapat berinteraksi dengan e-commerce. Antarmuka website haruslah di desain sebaik mungkin. Client pertama kali akan melihat suatu website dari antarmuka-nya, ketika tampilan yang didapati tidak baik, maka client juga otomatis akan mempertanyakan sistem di dalamnya, pelayanan di dalamnya apakah baik juga, namun apabila antarmuka-nya baik, maka client sedikit banyak akan melihat bahwa sistem, pelayanannya baik pula.

  • Sebelum membuka electronic commerce, suatu perusahaan haruslah memiliki account pada bank, dimana account ini digunakan untuk mentransfer uang dari client atau partner bisnis lainnya. Account bank ini sangatlah vital pada suatu electronic commerce.

  • Software atau sistem yang dibangun haruslah baik. Software ini juga merupakan komponen vital dalam suatu e-commerce, karena disinilah aktivitas bisnis dilakukan. Software ini dapat terdiri dari berbagai macam proses bisnis seperti menyimpan order, purchase order, dan proses lain yang mendukung aktivitas transaksi e-commerce.

  • Internet server juga memainkan peranan penting untuk e-commerce. Penting untuk memastikan bahwa e-commerce memiliki web server yang terjamin, karena ini berkaitan dengan keamanan data.

  • Shopping cart juga merupakan suatu yang wajib ada dalam web e-commerce. Shopping cart merupakan fasilitas dalam web e-commerce yang memiliki fungsi sama seperti keranjang belanja di supermarket, jadi client dapat memasukkan berbagai macam barang dengan variasi jumlah sekaligus pada shopping cart, dan ini akan memberikan kemudahan bagi client untuk berbelanja online.

  • Security protocol dan digital signatures merupakan komponen penting juga dalam e-commerce. Ini merupakan teknik enkripsi yang digunakan untuk mengamankan website dari serangan virus dan hacker. Security protocol haruslah dibangun dengan teknik pemrograman terbaru dan algoritma terbaru untuk memastikan keamanan yang maksimal.

Keunggulan Online Business

Maraknya penggunaan internet sebagai media bisnis tentunya ada sebab yang memberikan keuntungan pada pengguna-nya, keuntungan-keuntungan dari penggunaan e-commerce atau online business antara lain :

  1. Cost effective

    Internet merupakan media yang sangat powerfull untuk melakukan aktivitas bisnis. Banyak hal ditawarkan lewat internet. Promosi lewat internet menawarkan cost effective kepada perusahaan kecil untuk dapat mengembangkan jaringan produk ataupun servicenya. Sebagai perbandingan pada bentuk marketing yang lain, promosi lewat internet memberikan keuntungan yaitu mengurangi budget, dan biaya storage, jika dibandingkan dengan promosi lewat brosur cetak, ataupun televisi dan radio. Internet menyediakan kecepatan dan cost effective dalam penetrasi market baru.

  2. Market penetration

    Dengan banyaknya pengguna internet yang menelusuri produk lewat internet, ini merupakan kesempatan bagi perusahaan kecil untuk melakukan penetrasi market. Dengan adanya internet suatu perusahaan dapat menawarkan produknya, membuka toko onlinenya sehingga client dapat langsung melihat produk yang ditawarkan, selain itu lewat internet suatu perusahaan dapat mengiklankan usahanya atau produknya juga dengan biaya yang lebih kecil.

  3. Low cost, instant communication

    E-mail dapat membuat komunikasi antar perusahaan, ataupun perusahaan dengan client menjadi lebih murah dan cepat, walaupun kedua perusahaan atau client berada di daerah yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula.

    Dengan penggunaan internet dan juga perencanaan strategi yang baik akan membuat suatu perusahaan online yang kecil menjadi perusahaan yang hemat biaya dan juga penghasil keuntungan. Perusahaan dapat menggunakan berbagai cara untuk mengiklankan produk atau sekedar memberitahukan informasi terbaru dari perusahaan, antara lain dengan menggunakan ezines, blog, popup, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan cara ini, marketer dapat memberikan penawaran produk terbaru pada konsumen dan juga sekaligus menjaga hubungan antara perusahaan dengan konsumen.

  4. Content is timeless

    Promosi lewat internet dikatakan timeless atau artinya tidak mengenal waktu atau tidak dapat dibatasi waktu. Ketika promosi dilakukan dengan menggunakan media televisi atau media cetak, mungkin pada satu waktu tertentu, jika produk baru muncul, maka produk sebelumnya lambat laun juga akan hilang dari promosi, namun lewat internet promosi dapat berlangsung terus menerus.

  5. Real time statistic for measuring success of promotion campaign

    Keuntungan yang paling significant dari promosi lewat internet adalah, kesuksesannya bisa diukur. Marketer dapat menggunakan tool yang dapat memberikan statistik yang real time pada pengunjung yang unik, pengunjung yang sering berkunjung ke websiteclick through rates pada iklan. Semua itu digunakan untuk mengevaluasi efektifitas dari promosi yang telah dilakukan.

  6. Time saving

    Dengan memanfaatkan website dari perusahaan, ini akan menggantikan aktivitas konseling mengenai produk dan keuntungannya, layanan informasi, dan lain sebagainya. Pengunjung dapat melihat frequently asked question (faq) untuk membantu dirinya, dan dapat berbelanja online tanpa melibatkan staff. Ini dapat menghemat waktu dan juga uang.

Kelemahan Online Business

Disamping kelebihan atau keuntungan electronic commerce, terdapat beberapa kelemahan electronic commerce, kelemahan-kelemahan itu antara lain.

  1. Difficulty attracting customers

    Perusahaan yang masih kecil kemungkinan tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk membayar biaya untuk promosi mereka seperti membayar biaya pay per click, dan seringkali mereka hanya mengandalkan mesin pencari, atau dari mulut ke mulut untuk mengarahkan client ke situs mereka. Dengan jutaan usaha yang menjual produk dan jasa yang sama, akan sangat sulit untuk bersaing dengan perusahaan yang sudah mapan.

    Di sisi lain, perusahaan besar mampu membiayai promosi mereka, seperti mengimplementasikan pay per click, sehingga dapat dengan mudah meningkatkan rating dari situs mereka.

  2. Difficulty in evaluating legitimacy of transaction

    Hal lain yang merupakan kelemahan dari bisnis online adalah sulitnya bagi pihak perusahaan atau pihak konsumen untuk melakukan evaluasi terhadap legitimasi transaksi. Perusahaan yang kecil sangat rentan terhadap para pencuri yang mencuri kartu kredit dan mencuri informasi yang digunakan untuk melakukan transaksi.

    Dengan meningkatnya penipuan dan penyalahgunaan kartu kredit, ini memaksa perusahaan kecil untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk menangani keamanan transaksi mereka, atau mengurangi kerentanan terhadap penipuan atau penyalahgunaan kartu kredit.

  3. Salesperson and customer are isolated

    Kelemahan lain dari bisnis online adalah konsumen dan pihak perusahaan sama-sama terisolasi. Hanya ada sedikit komunikasi antara pihak client dengan pihak perusahaan sebelum dan sesudah transaksi ditutup. Oleh sebab itu prospek untuk mengulang kembali penjualan akan mengecil juga. Oleh karena itu pengusaha harus mengadopsi strategi penjualan online untuk dapat mengarahkan konsumen ke situs mereka.

    Dari semua indikasi tersebut diatas, tampak bahwa keunggulan promosi bisnis dengan menggunakan internet atau promosi online jauh diatas kelemahannya. Dengan pengetahuan yang memadai, pengusaha dapat memperoleh keuntungan secara nyata dari promosi online, khususnya bagi pemilik usaha kecil.

    Dengan terus menerus meningkatnya penggunaan internet yang menawarkan kemudahan dan akses dimana saja, hal ini seharusnya menjadi petunjuk untuk usaha kecil mulai melakukan promosi dan bisnis melalui internet untuk meningkatkan daya saing mereka secara online.

Advertisements

Written by das_84id

January 5, 2010 at 1:17 am

Posted in Corporate IS

Self-Sourcing, In-Sourcing, and Out-Sourcing

with 80 comments

Pendahuluan

Bisnis saat ini berkembang sangat pesat, yang menyebabkan persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Banyak sekali operasional dalam perusahaan yang harus dilakukan dalam mewujudkan target dari perusahaan. Seorang manajer harus dapat mengambil keputusan dalam pengerjaan operasional suatu perusahaan. Manajer perlu memperhitungkan beberapa faktor dalam mengelola pengerjaan operasional perusahaan seperti faktor waktu, biaya, sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Ada beberapa pendekatan dalam mengelola pengerjaan operasional atau pengerjaan suatu proyek dalam perusahaan, yaitu pendekatan selfsourcing, pendekatan insourcing, dan pendekatan outsourcing. Masing-masing pedekatan tersebut pasti memiliki keunggulan dan kelemahan. Berikut ini akan dijelaskan secara lebih rinci mengenai masing-masing pendekatan dalam hubungannya dengan pengembangan sistem informasi dalam suatu perusahaan.

Pendekatan Self-Sourcing

SelfSourcing merupakan pendekatan dalam proses pengerjaan operasional atau pengerjaan proyek suatu perusahaan yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan, yaitu para pekerja yang berhubungan dengan proyek yang dikerjakan dengan kontribusi minim dari spesialis IT, atau mengandalkan keahlian yang sudah ada. Pekerja IT dalam perusahaan tersebut mengembangkan sistem informasi yang nantinya akan digunakan oleh perusahaan itu sendiri. Jadi inti dari selfsourcing adalah pengerjaan suatu proyek dalam hal ini sistem informasi suatu perusahaan oleh perusahaan itu sendiri, atau secara internal dikembangkan oleh perusahaan itu sendiri.

Proses atau metode perancangan sistem informasi untuk selfsourcing biasanya menggunakan metode perancangan sistem yang biasanya melakukan demonstrasi sistem terlebih dahulu pada client (sistem belum sempurna), yang gunanya untuk mengetahui lebih lagi akan keinginan client terhadap sistem yang dibuat, sehingga sistem yang tadinya belum sempurna dapat dikembangkan lagi atau lebih disempurnakan.

Figure 1 dibawah ini merupakan gambaran aliran perancangan sistem dengan menggunakan metode atau pendekatan self-sourcing, dimana terjadi perulangan pada proses revise & enhance yang merupakan proses perbaikan dan penyempurnaan sistem informasi sesuai dengan keinginan client atau dalam hal ini pihak perusahaan.

Self Sourcing

Ada beberapa keunggulan atau keuntungan menggunakan selfsourcing, dan juga kelemahan menggunakan selfsourcing. Keunggulan atau keuntungan menggunakan selfsourcing antara lain :

  1. Dapat mengatur sendiri atau memutuskan syarat-syarat yang diperlukan untuk membangun sistem informasi.Karena sistem dibangun oleh pekerja internal perusahaan dan produknya nanti juga diperuntukkan perusahaan itu sendiri, maka perusahaan itu punya hak penuh dalam menentukan requirement atau syarat-syarat atau kebutuhan yang diperlukan dalam mengembangkan sistem informasi tersebut, sehingga dalam pengelolaannya, manajer perusahaan dapat mengontrol biaya yang dikeluarkan dalam mengembangkan sistem tersebut.

  2. Meningkatkan partisipasi pekerja dan rasa kepemilikan pekerja terhadap perusahaan.Dengan mempekerjakan pekerja internal perusahaan dalam mengembangkan sistem, berarti partisispasi pekerja akan meningkat, dan diharapkan rasa kepemilikan pekerja terhadap perusahaan semakin meningkat, walaupun itu belum tentu terjadi.

  3. Waktu yang diperlukan untuk mengembangkan sistem informasi tergolong cepat.
    Karena sistem informasi dikembangkan dalam perusahaan itu sendiri, maka proses pengembangan sistem informasi akan lebih cepat, karena setiap kebutuhan yang diperlukan oleh pekerja IT mengenai perusahaan akan segera didapat, juga apabila perusahaan ingin menambahkan sesuatu pada sistem informasi, perusahaan hanya perlu mengkonfirmasi pekerja IT perusahaan tersebut, dan pekerja IT akan dapat langsung mengerjakan perubahaanya.

Selain beberapa keuntungan menggunakan selfsourcing dalam mengerjakan operasional perusahaan atau proyek perusahaan, ada juga beberapa kerugian dengan penggunaaan selfsourcing.

  1. Kurangnya keahlian pekerja IT dalam perusahaan yang menyebabkan sistem yang dibangun menjadi kurang maksimal.

  2. Tidak cukupnya alternatif disain sistem IT menyebabkan tersendatnya pengembangan sistem ke tahap berikutnya.

  3. Dokumentasi yang minim dan kurangnya dukungan dari luar menyebabkan sistem yang dibangun akan mempunyai umur yang pendek.

Pendekatan Out-Sourcing

Pendekatan outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya.

Berikut ini merupakan gambar diagram yang menunjukkan proses apa saja yang dilakukan dalam lewat cara outsourcing.

Out Sourcing

Melalui outsourcing, perusahaan dapat membeli sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh perusahaan outsource. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi sistem yang sudah ada.  Perusahaan juga dapat membeli software dan meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi software tersebut sesuai keinginan perusahaan. Dan juga lewat outsourcing perusahaan dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau pengembangan dari dasar.

Berikut ini merupakan gambaran proses yang terjadi pada pendekatan outsourcing.

out sourcing

Adapun keuntungan dari penggunaan pendekatan outsourcing adalah.

  1. Perusahaan dapat lebih fokus pada hal yang lain, karena proyek telah diserahkan pada pihak ketiga untuk dikembangkan.

  2. Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.

  3. Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan untuk kedepannya.

  4. Biasanya perusahaan outsource sistem informasi pasti memiliki pekerja IT yang kompeten dan memiliki skill yang tinggi, dan juga penerapan teknologi terbaru dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan outsource. Jadi dengan menggunakan outsource, otomatis sistem yang dibangun telah dibundle dengan teknologi yang terbaru.

  5. Walaupun biaya untuk mengembangkan sistem secara outsource tergolong mahal, namun jika dibandingkan secara keseluruhan dengan pendekatan insourcing ataupun selfsourcing, outsourcing termasuk pendekatan dengan cost yang rendah.

Selain keunggulan diatas, pendekatan outsourcing juga memiliki beberapa kelemahan, kelemahan-kelemahan itu antara lain:

  1. Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan atau diinovasi di masa mendatang, karena yang mengembangkan tekniknya adalah perusahaan outsource.

  2. Menurunkan kontrol perusahaan terhadap sistem informasi yang dikembangkan.

  3. Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.

  4. Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

Pendekatan In-Sourcing

Pendekatan in-sourcing merupakan kebalikan dari out-sourcing. Jika out-sourcing melimpahkan pengerjaan proyek pada pihak ketika, in-sourcing mengembangan proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan tersebut. Contohnya perusahaan tekstil dari Jepang membuka perusahaan di Indonesia dengan alasan karena gaji orang Indonesia dapat lebih rendah dari gaji pegawai Jepang. Pada kasus ini perusahaan di Jepang melakukan out-sourcing sedangkan perusahaan Jepang yang ada di Indonesia melakukan in-sourcing.

Keuntungan pengembangan sistem informasi atau proyek lain dengan menggunakan pendekatan in-sourcing adalah :

  1. Perusahaan dapat mengontrol sistem informasinya sendiri.

  2. Biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih kecil daripada biaya untuk pekerja outsource.

  3. Mengurangi biaya operasional perusahaan, seperti transport, dll.

Selain keuntungan diatas, terdapat beberapa kelemahan menggunakan in-sourcing, yaitu perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari pengembangan sistem informasi, jangan sampai pengembangan memakan waktu terlalu lama yang akan memangkas biaya lebih lagi.

Kesimpulan

Dari pembahasan mengenai ketiga pendekatan pengembangan proyek yaitu self-sourcing, out-sourcing, maupun in-sourcing. Ketiga pendekatan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sebenarnya tidak bisa dikatakan mana yang lebih baik dan mana yang buruk, tapi kebijakan memilih pendekatan itu tergantung pada situasi perusahaan. Ada pula perusahaan yang tidak hanya menggunakan satu pendekatan, namun dua pendekatan sekaligus digunakan.

Jika suatu perusahaan kekurangan pekerja, kemudian tidak memiliki waktu dan tenaga untuk mengembangkan aplikasi secara internal, maka out-sourcing dapat menjadi pilihan bagi perusahaan tersebut dalam mengembangkan proyek atau operasional perusahaannya. Out-sourcing dalam hal ini akan membantu perusahaan untuk memangkas waktu, memangkas effort atau usaha yang dilakukan, dan juga memangkas penggunaan tenaga kerja, dan juga memberikan hasil bagi perusahaan.

Jika perusahaan memerlukan jasa yang membutuhkan keahlian pada area tertentu yang bukan merupakan core competency dari perusahaan, maka out-sourcing kembali jadi pilihan disini, karena dengan out-sourcing dapat memberikan akses pada jasa keahlian, dan juga dapat mengurangi biaya, dan lebih cepat mendapatkan hasil dari proyek atau operasional perusahaan yang dilempar ke pihak ketiga atau perusahaan outsource.

Jika suatu operasional perusahaan yang akan dikerjakan meliputi proses produksi, maka in-sourcing atau self-sourcing yang menjadi pilihan, karena akan menghemat biaya transportasi dan perusahaan memiliki kontrol lebih terhadap proyeknya.

Namun bila dibandingkan keuntungan dan kerugiannya antara pendekatan yang satu dengan yang lain, maka penulis lebih memilih pendekatan out-sourcing. Karena perusahaan tidak perlu berkorban waktu, sumber daya manusia, dan lain sebagainya untuk mengembangkan proyek, dan dapat berkonsentrasi terhadap project yang lainnya. Dan biaya yang jika dikalkulasi secara keseluruhan lebih murah daripada proyek yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan lainnya.

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/Selfsourcing
http://en.wikipedia.org/wiki/Insourcing
http://en.wikipedia.org/wiki/Outsourcing
http://searchcio-midmarket.techtarget.com/sDefinition/0,,sid183_gci1000947,00.html#
http://www.taufik.staff.ugm.ac.id/images/file/Kuliah_1.pdf
http://classes.uleth.ca/200402/mgt3061a/haag6s.ppt
http://www2.muw.edu/~stollison/fall2007/bu294/13_choices_and_tools_of_the_sdlc.doc

Written by das_84id

January 5, 2010 at 12:52 am

Posted in Corporate IS

Balance Scorecard

with 2 comments

Balanced Scorecard

Balanced scorecard merupakan metode pengukuran kinerja perusahaan dengan melibatkan beberapa perspektif, yaitu perspektif finansial, perspektif internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, serta perspektif dari sisi customer.

Balanced scorecard menunjukkan perbedaannya dibandingkan dengan metode lain dalam mengukur kinerja perusahaan yang biasanya hanya melakukan pengukuran dari sisi keuangan atau finansialnya saja.

Metode balanced scorecard ditujukan untuk menjawab beberapa pertanyaan seperti kinerja perusahaan dimata para pemegang saham (financial perspective), pandangan para pelanggan terhadap perusahaan (customer perspective), keunggulan perusahaan (internal perpective), dan bagaimana perbaikan dan penciptaan nilai secara berkesinambungan (learning and growth perspective).

Konsep balanced scorecard adalah dari dua kata yaitu scorecard atau kartu skor atau raport dan juga balanced yang berarti seimbang. Kartu skor digunakan untuk mencatat hasil kinerja seseorang. Kartu skor juga dapat digunakan untuk merancangkan skor yang akan diwujudkan oleh personil untuk waktu kedepan, atau dapat juga diartikan sebagai rencana kerja personil di masa depan yang dituliskan pada kartu skor. Melalui kartu skor ini, rencana personil yang akan diwujudkan untuk masa depan kemudian dibandingkan dengan kartu skor hasil kinerja sesungguhnya dari personil yang bersangkutan. Hasil evaluasi perbandingannya nanti digunakan untuk mengukur kinerja personil. Kemudian maksud dari berimbang disini adalah kinerja personil diukur secara berimbang dari sisi finansial dan non finansial, jangka pendek dan jangka panjang, serta internal maupun eksternal.

Balanced scorecard memperkenalkan empat proses manajemen yang terbagi dan terkombinasi antara tujuan strategi jangka panjang dengan peristiwa-peristiwa jangka pendek. Keempat proses tersebut adalah.

  1. Visi, misi, dan strategi perusahaan

    Dalam menentukan kinerja suatu perusahaan diperlukan visi yang menjadi dasar dari tujuan yang akan dicapai, kemudian visi ini nanti dijabarkan menjadi tujuan dan sasaran. Untuk mewujudkan visi, perusahaan perlu merumuskan rencana strategi, rencana strategi ini nanti dijabarkan menjadi sasaran strategi dan ukuran pencapaiannya.

  2. Komunikasi dan hubungan

    Dengan balanced scorecard akan dapat menunjukkan apa yang menjadi tujuan perusahaan, apa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai keinginan pemegang saham dan konsumen, karena tujuan tersebut diperlukan kinerja yang baik dari karyawan.

  3. Rencana bisnis

    Rencana bisnis memungkinkan suatu organisasi mengintegrasikan antara rencana bisnis dengan keuangan mereka. Banyak organisasi pada saat ingin mencapai suatu program, mengeluarkan ide-ide mereka yang beraneka ragam dan saling bersaing satu dengan yang lain, dan hal ini menjadikan manajer mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan ide-ide yang muncul pada setiap department. Dengan diterapkannya balanced scorecard, akan menggerakkan ke arah tujuan jangka panjang perusahaan secara menyeluruh.

  4. Umpan balik dan pembelajaran

    Ini mengenai sistem pembelajaran dalam perusahaan. Dengan menggunakan balanced scorecard kinerja sistem pembelajaran dalam perusahaan dapat diukur dengan seksama, dan dimonitor secara bertahap.

Perspektif pengukuran balanced scorecard

  1. Perspektif finansial

    Perspektif finansial atau keuangan tetap menjadi perhatian dalam balanced scorecard, karena perspektif ini merupakan hasil dari dijalankannya ketiga perspektif yang lain, dan tujuan dari dijalankannya ketiga perspektif lainnya adalah untuk mencapai tingkat finansial yang baik. Ada tiga tahap dalam yang menjadi sasaran perspektif finansial.

  2. Tahap berkembang (Growth)

    Tahap berkembang merupakan tahapan yang dialami oleh suatu perusahaan yang baru. Pada tahap ini perusahaan berusaha untuk mengembangkan perusahaannya dengan berbagai macam cara, seperti meningkatkan infrastruktur, meningkatkan penjualan, meningkatkan sumber daya, meningkatkan hubungan dengan konsumen, dan lain sebagainya. Biasanya pada tahap ini, tingkat pengembalian atas modal rendah.

  3. Tahap bertahan (Sustain state)

    Tahap ini merupakan tahap kedua dari tahapan perspektif finansial, dimana pada tahap ini perusahaan masih melakukan investasi untuk memperoleh nilai pengembalian yang maksimal. Investasi yang dilakukan umumnya ditujukan untuk menghindari kemacetan, mengembangkan kapasitas, dan juga meningkatkan perbaikan operasional secara konsisten.

  4. Tahap panen (Harvest)

    Tahapan panen disebut juga tahapan kematangan (mature), dimana perusahaan telah menjadi matang, dan dapat melakukan panen terhadap hasil dari investasi mereka. Perusahaan tidak lagi melakukan investasi kecuali hanya untuk memelihara dan untuk perbaikan fasilitas.

  5. Perspektif pelanggan

    Pada masa lalu perusahaan seringkali memfokuskan diri pada kemampuan internal perusahaan untuk mendapatkan keuntungan finansial yang baik. Namun akhir-akhir ini fokus tersebut berubah. Perusahaan lebih memfokuskan diri pada kepuasan konsumen terhadap produk dan jasa dari perusahaan. Suatu produk atau jasa terlihat semakin bernilai jika semakin mendekati keinginan dan kepuasan dari konsumen. Tolok ukur untuk mengukur kinerja pelanggan dibagi menjadi dua kelompok.

  6. Kelompok inti

    Mengukur seberapa besar porsi segmen pasar yang dikuasai oleh perusahaan, mengukur seberapa banyak perusahaan telah menarik konsumen-konsumen baru, mengukur seberapa banyak perusahaan telah mampu mempertahankan konsumen-konsumennya, mengukur seberapa besar tingkat kepuasan konsumen, dan mengukur seberapa besar tingkat keuntungan dari penjualan produk atau jasa kepada konsumen.

  7. Kelompok penunjang

    Mutu peralatan dan fasilitas produksi yang digunakan, kemampuan sumber daya manusia, fleksibilitas perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta citra dan reputasi perusahaan dimata para konsumennya.

  8. Perspektif proses bisnis

    Manajer harus dapat menentukan proses bisnis internal yang penting bagi perusahaan karena proses tersebut mempunyai nilai-nilai yang diinginkan konsumen dan dapat menghasilkan value bagi perusahaan.

    Tahapan dari proses bisnis adalah sebagai berikut :

    1. Inovasi

      Inovasi adalah penciptaan produk baru yang biasanya dilakukan oleh department riset dan teknologi. Meliputi lama penciptaan produk baru, biaya yang dikeluarkan, dan berapa banyak produk yang dapat diciptakan.

    2. Proses operasi

      Tahap ini merupakan tahap dimana perusahaan berusaha memberikan solusi kepada pelanggan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.

    3. Proses penyampaian produk atau jasa pada konsumen

      Tahapan ini merupakan tahapan distribusi produk baik berupa barang atau jasa kepada konsumen.

    4. Perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan

      Perspektif ini termasuk didalamnya adalah mengembangkan pengukuran kinerja untuk mendorong organisasi untuk dapat berjalan dan berkembang. Tujuan dari perspektif ini adalah menyediakan infrastruktur yang mendukung tercapainya ketiga perspektif sebelumnya. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada perspektif ini adalah karyawan, yaitu mengenai kepuasan karyawan dan produktifitas karyawan, dan kemampuan sistem informasi perusahaan, yaitu mengenai kemudahan prosedur dalam perusahaan. Perusahaan perlu memiliki prosedur informasi yang mudah dipahami dan dijalankan.

    Keuntungan menggunakan balanced scorecard

    Menurut Mulyadi, keuntungan yang bisa diperoleh dari penggunaan balanced scorecard adalah sebagai berikut :

    1. Komperhensif.

      Pada awalnya perusahaan menganggap bahwa perspektif keuangan merupakan perspektif yang paling tepat untuk mengukur kinerja perusahaan. Setelah adanya balance scorecard, perusahaan baru menyadari bahwa perspektif keuangan merupakan hasil dari beberapa perspektif lain yaitu perspektif pelanggan/customer, proses bisnis internal, dan pertumbuhan dan pembelajaran. Pengukuran yang lebih komperhensif atau menyeluruh ini membuat perusahaan untuk lebih bijak dalam menentukan strategi bisnisnya untuk memasuki ruang bisnis yang lebih kompleks.

    2. Seimbang.

      Kesimbangan ada pada sasaran strategik yang dihasilkan dari 4 perspektif meliputi jangka panjang dan jangka pendek dan berfokus pada faktor eksternal dan internal. Keseimbangan balanced scorecard tercermin juga pada keselarasan antara scorecard karyawan dengan scorecard perusahaan sehingga setiap masing-masing karyawan dalam perusahaan mempunyai tanggungjawab juga untuk memajukan perusahaan.

    3. Terukur.

      Berbagai perspektif dapat diukur dengan balanced scorecard baik itu perspektif finansial, customer, proses bisnis internal, dan juga pertumbuhan dan pembelajaran.

    Urutan Penerapan Balanced Scorecard

    Dalam mengukur kinerja perusahaan lewat balanced scorecard, terdapat urutan atau langkah-langkah yang harus ditempuh dalam penerapan balanced scorecard, langkah-langkah tersebut adalah :

    1. Penetapan visi, misi, dan strategi perusahaan

      Dalam perancangan balanced scorecard sangat perlu dilandasi oleh visi, misi, dan strategi perusahaan sebagai pegangan dalam mencapai sesuatu. Pertama kali yang harus diperhatikan adalah visi perusahaan yang menjadi tujuan utama perusahaan, setelah itu baru dijabarkan menjadi visi, dan strategi perusahaan.

    2. Penetapan strategy map

      Strategy map merupakan peta strategi perusahaan dimana termasuk didalamnya berisi apa saja yang akan dicapai perusahaan dan bagaimana cara mencapainya. Peta strategi ini dibuat untuk keseluruhan perspektif, yaitu finansial, customer, proses bisnis internal, serta pertumbuhan dan pembelajaran.

    3. Penetapan key performance indicator(KPI)

      Setelah proses penetapan peta strategi selesai, maka tahap selanjutnya adalah penetapan key performance indicator untuk peta strategi tersebut.

      Dibawah ini merupakan contoh penetapan key performance indicator pada perspektif pelanggan (customer).

      Perspektif Dep. Obj. KPI Measure Target Inisiatif
      Pelanggan Dep. Solusi & Imp

      Dep. Pemasaran

      Peningkatan Kepuasan dan loyalitas pelanggan Peningkatan efektifitas komunikasi dengan pelanggan

      Ketidakpuasan pelanggan

      Presentase

      Presentase

      15%

      5%

      Peluncuran portal

      Respon time 1x24jam

    4. Membuat department scorecard

      Department scorecard merupakan scorecard yang dibuat dan dikhususkan untuk masing-masing department dalam perusahaan. Department scorecard dibuat agar masing-masing department/divisi dalam perusahaan dapat fokus untuk mendukung kinerja perusahaan.

    5. Membuat personal scorecard

      Personal scorecard merupakan scorecard yang dibuat dan dikhususkan untuk masing-masing karyawan dalam perusahaan. Scorecard ini dibuat agar masing-masing karyawan dalam perusahaan dapat fokus untuk mendukung kinerja perusahaan.

    6. Pengukuran kinerja

      Setelah menetapkan strategi dan key performance indicator, maka hal lain yang perlu dilakukan adalah menetapkan kriteria penilaian kinerja. Kinerja dapat diberi nilai berdasarkan presentase maupun berdasarkan angka tertentu dan ini akan menunjukkan tingkat kinerja perusahaan, atau department, atau personil.

      Dibawah ini merupakan contoh penilaian kinerja.

      Rentang poin pencapaian Pencapaian target
      3,6 – 4,0 Excellent
      2,6 – 3,5 Good
      1,6 – 2,5 Fair
      1,0 – 1,5 Weak
      0,0 – 0,9 Poor
    7. Evaluasi dan inisiatif

      Setelah didapatkan hasil dari pengukuran kinerja perusahaan, maka hasil tadi digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil perusahaan.

      Bagi department dan personil atau karyawan perusahaan biasanya ada kompensasi atas hasil kinerja mereka, dan itu juga tergantung dari kebijaksanaan perusahaan. Jika hasil kinerja baik, bisa jadi memperoleh bonus, atau kenaikan gaji, dan jika hasil kinerja buruk, bisa jadi memperoleh teguran, ataupun pemotongan gaji.

    Daftar Pustaka

    http://www.asmakmalaikat.com/go/artikel/ekonomi/Eko32.htm

    http://jsofian.wordpress.com/2006/07/19/berkenalan-dengan-balanced-scorecard-bsc/

    Mulyadi. 2001. Balanced Scorecard: Alat Manajemen Kontemporer untuk Pelipatganda Kinerja Keuangan Perusahaan. Cetakan ke-1.  Salemba Empat, 2001

    Pratama, Andi. 2009. Perancangan Tolok Ukur Kinerja Perusahaan Berbasis Balanced Scorecard PT.Fondaco Mitratama. Thesis.

    Ridwan, Iwan. 2007. Perancangan Key Performance Index dengan Menggunakan Balanced Scorecard pada PT. Usadi Sistemindo Intermatika. Thesis.

Written by das_84id

January 5, 2010 at 12:27 am

Posted in Corporate IS