Pak Pid's Blog

Menampilkan Tag HTML Pada Halaman HTML

with one comment

Kadang kita ingin menampilkan tag-tag HTML pada halaman web kita, misalkan kita sedang memberikan tutorial mengenai web developing.

Ada beberapa cara untuk menampilkan tag HTML kedalam halaman web kita, berikut ini beberapa cara tersebut.

Cara Pertama

Menggunakan tag “<pre>”. Tag ini dapat digunakan untuk menampilkan kode program atau text apapun dengan format yang sama, artinya format yang nanti ditampilkan akan sama seperti format aslinya.

Contoh penggunaanya:
<pre>
Ini contoh penggunaan pre,
Anda dapat memasukkan kode program didalamnya.
</pre>

Cara Kedua

Cara kedua adalah dengan menggunakan tag “<xmp>”.

Contoh penggunaannya:
<xmp>
Ini contoh penggunaan xmp
Anda dapat memasukkan kode program didalamnya.
</xmp>

Cara Ketiga

Cara ketiga adalah menggunakan tag “<code>”.

Contoh penggunaanya:
<code>
Ini contoh penggunaan tag code
Anda dapat memasukkan kode program didalamnya.
</code>

Cara Keempat

Cara keempat adalah menggunakan HTML ASCII dalam penulisan tag pembuka dan tag penutup.
& l t ; akan menghasilkan <, sedangkan & g t ; akan menghasilkan >
Perlu diingat tuliskan tag tersebut tanpa spasi.

Contoh penggunaanya:
& l t ; b & g t ; Ini contoh penulisan tag bold & l t ; /b & g t ;

Hasilnya akan terlihat seperti ini ;
<b>Ini contoh penulisan tag bold</b>

Selamat Mencoba!😀

Written by das_84id

January 14, 2010 at 2:43 am

Posted in CSS, HTML

Clickable Box

with one comment

Ini pengalaman pribadi saya ketika mengembangkan web. Ceritanya client meminta box yang dapat diklik, jadi biasanya link itu berupa text, namun kali ini berupa box (kotak).

Saya kemudian mencoba berbagai cara, salah satunya dengan memasukkan elemen “<div>” kedalam elemen “<a>”, contohnya seperti ini :

“<a href=’#’> <div style=’width:100px;height:50px;’>Hello Guys</div></a>”

Memang di browser keluarga firefox, seperti opera, safari, dan chrome kode tersebut dapat berjalan lancar. Tapi kita seharusnya memberikan produk terbaik pada client, sehingga kode harus dapat berjalan dengan baik pada semua browser umum, termasuk Internet Explorer milik Microsoft.

Setelah utak-atik sana sini saya menemukan 2 cara untuk melakukannya, kita akan menggunakan CSS sebagai stylernya.😀

Cara Pertama

Buat CSS seperti dibawah ini, anda bisa ubah stylenya sesuka anda.

a#box {
     width: 100px;
     height: 50px;
     color: black;
}

Kemudian terapkan di kode HTML anda :
<a id=”box”>Ini Contoh Clickable Box</a>

Cara Kedua

Anda bisa menggunakan elemen “div”

#box {
     cursor: pointer;
     cursor: hand;
     width: 100px;
     height: 50px;
     color: black;
}

Kemudian terapkan di kode HTML:
<div id=”box”>Ini contoh clickable box</div>

Semoga bisa membantu!🙂

Written by das_84id

January 14, 2010 at 2:15 am

Posted in CSS

5 Fitur Sederhana Namun Penting Dalam Web

leave a comment »

Sekarang saya akan berbagi 5 fitur sederhana namun penting dalam desain web, dan sekarang sudah menjadi standard sebuah web.

Fitur Pencarian / Search

Dengan fitur ini, user dapat melakukan pencarian artikel dalam web yang berhubungan dengan keyword yang dia masukkan. Dan secara otomatis web akan menampilkan hasil pencarian, sehingga akan memudahkan user untuk mencari artikel yang dia inginkan.

Perlu diingat kebanyakan web menggunakan icon bergambar kaca pembesar sebagai icon yang menjelaskan bahwa kotak tersebut merupakan daerah pencarian.

Web Layout

Layout web diusahakan konstan. Layout yang dimaksud adalah format halaman, seperti besar tulisan heading, warna tulisan, jenis font, dan lain sebagainya. Sehingga user tidak kebingungan akan arti tiap-tiap teks, warna, dan ukuran font.

User Interface yang Konsisten

Usahakan User interface web konsisten, artinya antara halaman yang satu dengan yang lain tidak berubah-ubah.
Contohnya adalah penggunaan button, usahakan button antara halaman satu dengan yang lain memiliki bentuk dan posisi yang sama, sehingga tidak membingungkan user.

Struktur Form

Usahakan struktur dari form dibuat sebaik mungkin agar user tidak merasa bingung. Misalkan dengan mengelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Contoh: Kelompok data diri (nama, alamat, telepon, dll), Kelompok Pengalaman Kerja (tahun, nama_perusahaan, dll).

Pastikan Ada Fitur Bantuan

Fitur ini sangat penting untuk memudahkan user mengetahui halaman-halaman web (web map), dan juga fitur-fitur apa saja, dan akses fitur tersebut.

Referensi : http://sixrevisions.com/usabilityaccessibility/five-simple-but-essential-web-usability-tips/

Written by das_84id

January 5, 2010 at 10:56 am

Posted in CSS, HTML

Change Management: Strategic Risks To Successful Project Implementation

leave a comment »

Artikel ini menjelaskan hal-hal apa saja yang menjadi dasar atau perlu menjadi perhatian dalam mengimplementasikan perubahan, kriteria yang pertama adalah kriteria individu atau kelompok seperti apa yang cocok dilibatkan pada suatu proyek. Individu atau kelompok yang dimaksudkan diatas adalah yang dikatakan resilience, yaitu individu atau kelompok yang memiliki kriteria berpikiran positif, fokus pada tujuan dan visinya, fleksibel dalam pemikiran dan pandangannya, dapat mengorganisasi setiap informasi pada situasi apapun dan juga mampu menyusun prioritas tindakan, serta mereka memiliki karakter proaktif, artinya berani bertindak menghadapi tantangan dan berani mengambil resiko yang mungkin terjadi.

Dalam suatu team perlu juga diterapkan sinergi, artinya mengkolaborasikan berbagai karakter tadi menjadi satu, dan juga mengkolaborasikan hal-hal lain, seperti ide, solusi, dan lain sebagainya untuk membentuk suatu kekuatan yang lebih lagi. Kriteria yang kedua yang perlu menjadi perhatian adalah pengetahuan akan perubahaan, individu ataupun kelompok diharapkan memiliki pengetahuan akan perubahaan.

Pengetahuan itu meliputi beberapa hal, seperti tahapan perubahaan, yaitu present state (tahapan perubahaan belum dilakukan, atau masih direncanakan, dan orang-orang atau kelompok di perusahaan masih merasa baik menggunakan sistem yang ada sekarang), transition state (tahapan ketika perubahaan dilaksanakan, pada tahapan ini terjadi tekanan, kebingungan, dsb), dan desire future (tahapan dimana perubahaan telah berhasil dikerjakan, dan individu atau kelompok dalam perusahaan telah terlibat atau melaksanakan perubahaan yang baru itu).

Pengetahuan yang lain adalah pengetahuan mengenai pihak-pihak yang berperan dalam perubahaan, yaitu sponsor, agent, target, dan advocate, serta bentuk-bentuk relasi antara pihak-pihak tersebut, yaitu bentuk linear, triangular, dan square. Pengetahuan lainnya adalah tahapan-tahapan yang muncul menuju perubahan pada persepsi negatif, dan juga persepsi positif.

Kemudian juga pentingnya komitmen dalam implementasi perubahan, karena jika perubahaan telah dilaksanakan, namun tanpa komitmen yang kuat, maka perubahaan tersebut bisa saja tidak akan bertahan. Kriteria ketiga yang wajib menjadi perhatian adalah bagaimana agar orang-orang atau kelompok dalam perusahaan dapat dengan cepat dan mutlak dapat beradaptasi pada lingkungan perubahan yang baru, kadang setelah perubahan selesai dilakukan, beberapa individu atau kelompok masih belum bisa juga untuk beradaptasi terhadap perubahan, oleh karena itu perlu diatur sebaik mungkin agar adaptasi terhadap perubahaan dapat terjadi dengan baik. Kriteria yang keempat yang perlu diperhatikan adalah adanya beberapa arsitektur implementasi dan arsitektur seperti apa yang digunakan oleh perusahaan, dalam bab ini diberikan satu arsitektur yang disebut MOC, yang akan membantu dalam mengimplementasikan perubahaan.

Written by das_84id

January 5, 2010 at 1:50 am

Posted in Change Management

Service Oriented Architecture

with one comment

Pendahuluan

Saat ini dunia bisnis berkembang dengan begitu pesat. Persaingan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain tidak dapat terelakkan. Ada perusahaan yang bisa bertahan walaupun seringkali diserang oleh kompetitornya, ada pula perusahaan yang notabene memiliki visi dan sumberdaya yang bagus, tenggelam dalam serangan kompetitornya. Hal demikian ini akan memberikan tantangan bagi perusahaan, dan memberikan banyak pertanyaan, bagaimana sebuah bisnis dapat tetap bertahan ditengah persaingan yang semakin berat ini.

Suatu perusahaan akan dapat tetap berdiri dan bertahan dalam persaingan yang berat apabila perusahaan tersebut dapat memberikan service atau pelayanan yang terbaik bagi konsumennya. Dengan menawarkan teknologi yang paling canggih, mungkin akan membuat konsumen tertarik, namun itu tidak menjamin konsumen mendapatkan pelayanan yang baik dari perusahaan. Teknologi yang ditawarkan lambat laun akan diikuti oleh perusahaan lain, bahkan akan dilewati oleh perusahaan lain.

Untuk dapat bertahan dalam persaingan usaha yang serba cepat ini, suatu perusahaan harus dapat dengan cepat beradaptasi terhadap lingkungan sekitarnya. Perusahaan harus mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan pasar dengan cepat. Untuk dapat beradaptasi dengan cepat, perusahaan memerlukan fleksibilitas dan efisiensi yang tinggi. Efisiensi dalam menggunakan resources yang ada akan memaksimalkan aset dan menambah keuntungan tersendiri bagi perusahaan.

SOA atau Service Oriented Architecture merupakan suatu metode perancangan dalam pengembangan dan integrasi sistem, dimana tujuannya adalah untuk menciptakan loose-coupling (aplikasi yang independen atau berdiri sendiri namun dapat saling berinteraksi satu dengan yang lainnya) pada setiap aplikasi. Fungsionalitas dari SOA ini meliputi proses bisnis dan interoperability (suatu aplikasi saling berkomunikasi antar mesin maupun aplikasi lain baik itu berbeda sistem operasi maupun bahasa pemrogramannya). Inti dari SOA sendiri adalah representasi fungsi dalam bentuk “service/layanan”. Dengan diterapkannya SOA, diharapkan sistem suatu perusahaan akan mampu beradaptasi dengan cepat, dan efisien, sehingga akan dapat terus berinovasi dan berkembang lebih lagi.

Service

Service merupakan layanan yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lain. Di dalam suatu layanan terdapat dua aktor yang berperan, yaitu peminta layanan dan pemberi layanan.

Terminologi dalam service antara lain :

  1. WebService

    Web service adalah sebuah keluarga teknologi yang terdiri dari spesifikasi, protokol, dan standar industri dimana digunakan oleh aplikasi yang berbeda-beda untuk berkomunikasi, berkolaborasi dan bertukar informasi diantara mereka dengan cara yang aman, handal dan interoperable [1]. Web service sendiri memiliki ciri-ciri yang sama dengan SOA, antara lain loose-coupled dan interoperability. Sehingga banyak pihak menganggap bahwa web service adalah SOA, dan sebaliknya.

    Dibawah ini merupakan arsitektur dari web service, atau terkenal dengan sebutan “The Triangle of Web Service”.

    Triangle of Web Service

    Gambar diatas menunjukkan arsitektur dasar dari web service, dimana service provider (penyedia layanan) dapat berinteraksi dengan service requester (peminta layanan) berdasarkan informasi service yang telah dipublish oleh service provider dan ditemukan oleh service requester, dimana informasi layanan ini terdapat di repository. Service provider dan service requester dapat saling berinteraksi dengan mengirimkan pesan (message).

  2. XML (eXtensible Markup Language)

    XML merupakan format teks yang sederhana dan fleksibel. XML di-disain untuk mengatasi electronic-publishing skala besar, dan XML juga memainkan peranan penting dalam pertukaran data via web ataupun pada aplikasi desktop. [2]

    Di dalam web service, XML berperan sebagai media komunikasi antara layanan yang satu dengan layanan yang lain. Agar dapat saling berkomunikasi, tiap layanan harus saling mengerti satu dengan yang lainnya, padahal antara aplikasi satu dengan yang lainnya belum tentu menggunakan bahasa pemrograman yang sama, maupun sistem operasi yang sama. Solusi agar antar layanan dapat saling berkomunikasi (meminta layanan, memberikan layanan, menerima layanan) adalah dengan menggunakan XML.

  3. WSDL (Web Services Definition Language)

    WSDL merupakan format XML yang menjelaskan interface dari web service. XML digunakan dalam pertukaran request dan response dalam web service, namun format XML dalam pertukaran tersebut memiliki format khusus. Format khusus XML yang digunakan dalam web service ini yang disebut WSDL.

    1. UDDI (Universal Description, Discovery and Integration)

      UDDI memberikan interface yang menjembatani antara service provider dan service requester untuk saling dapat bertemu satu dengan yang lain. Server UDDI dapat diakses via web service interface dan menyediakan beberapa operasi, seperti mem-publish services, dan mencari services. Secara garis besar, UDDI merupakan tempat dimana informasi services berada.

    2. SOAP (Simple Object Access Protocol)

      SOAP merupakan protokol untuk mengirim request atau response menggunakan media XML, dan juga protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol). SOAP sebenarnya adalah protokol yang membungkus XML dan HTTP.

    Masalah Dalam Pengembangan Sistem

    Beberapa masalah dalam pengembangan sistem adalah sebagai berikut :

    1. Bisnis bergerak makin cepat.

      Tiap detik bisnis terus bergerak, hal ini memberikan suatu tantangan bagaimana untuk mendisain sistem agar terus dapat mengikuti perkembangan dalam bisnis.

    2. Time to market.

      Seberapa lamakah suatu aplikasi dapat dikembangkan sampai akhirnya siap dijual, atau dengan kata lain waktu yang di-investasikan untuk mengembangkan suatu aplikasi yang siap jual.

      Bagi para pengembang aplikasi, hal ini merupakan suatu masalah yang cukup penting, jangan sampai suatu aplikasi yang sedang dalam proses pengembangan terhenti karena sistem yang dibuat atau teknologi yang diterapkan sudah tertinggal, atau aplikasi yang dibuat tidak dapat mengikuti pergerakan permintaan bisnis.

    3. ROI from existing software

      ROI atau Return Of Investment adalah suatu rasio kehilangan uang dari suatu investasi berhubungan dengan jumlah uang yang telah diinvestasikan.

      Jangan sampai nilai pengembalian lebih kecil dari jumlah kehilangan akibat investasi.

    4. Change on requirement before application installed

      Perubahan kebutuhan sistem juga merupakan problem bagi pengembang sistem/aplikasi maupun perusahaan yang menggunakan aplikasi. Apabila suatu sistem mengalami perubahan, maka suatu perusahaan juga mau tidak mau mengeluarkan biaya untuk mengubah sistem agar sesuai dengan kebutuhan sekarang. Suatu sistem akan terus berubah tiap saat, sesuai dengan kebutuhan sistem saat itu, dan ini merupakan hal yang harus menjadi perhatian suatu perusahaan ataupun pengembang sistem.

    5. Need quickly implementation

      Pengembang maupun suatu perusahaan juga wajib mempertimbangkan suatu sistem agar dapat diimplementasikan dengan cepat. Bisnis akan terus berkembang, dan tidak bisa menunggu lama untuk mengimplementasikan sistem atau aplikasi.

    6. Reusability, standard

      Suatu sistem yang baik akan memiliki sifat dapat digunakan kembali / reuseable, ini merupakan efisiensi dalam suatu perusahaan. Untuk dapat diguna-ulangkan, suatu sistem atau aplikasi harus memiliki standard aplikasi atau standard model data yang sama.

    Cara Kerja Service-Oriented Architecture

    Service-Oriented Architecture / SOA membangun interface yang dapat diakses oleh berbagai macam aplikasi. Selama ini aplikasi dibangun dengan mengikat banyak aplikasi menjadi satu rangkaian, namun apabila terjadi perubahan demi perubahan, hal itu akan membuat perusahaan mengeluarkan uang dan tenaga lebih lagi. SOA akan mengatasi hal tersebut dengan mengatasi hambatan integrasi aplikasi.

    Dibawah ini merupakan arsitektur diterapkannya SOA, bagaimana suatu aplikasi dapat diintegrasikan dan dapat berkomunikasi satu dengan yang lain.

    Arsitektur SOA

    Arsitektur Service-Oriented Architecture

    Faktor-faktor direkomendasikannya SOA

    Sebelum menerapkan SOA dalam suatu perusahaan atau organisasi, pasti perlu melihat resources dari perusahaan atau organisasi tersebut, seperti situasi lingkungan perusahaan, keadaan perusahaan, dan lain sebagainya. Resources ini berisi faktor-faktor yang menjadi pertimbangan apakah SOA lebih baik diterapkan atau tidak. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan diterapkannya SOA dalam suatu perusahaan atau organisasi :

    1. Biaya integrasi terus membesar tanpa diimbangi peluang bisnis baru yang memberikan laba atas investasi (ROI).

    2. Terjadinya akuisisi atau merger yang merupakan pusat model bisnis perusahaan untuk berkembang dan mengejar peluang-peluang baru.

    3. Solusi memerlukan integrasi kemampuan bisnis dari sistem dan model pemrograman yang berbeda.

    4. Bisnis tergantung dari adaptasi suatu perusahaan, atau kemampuan untuk menyesuaikan perubahaan pasar yang terjadi secara cepat atau respon terhadap ancaman kompetitif.

    5. Efisiensi bekerja atau berkolaborasi dengan partner bisnis merupakan hal yang penting bagi perusahaan untuk mendapatkan pendapatan lebih.

    6. Perusahaan mengembangkan aplikasi baru dari dasar (scratch).

    Keuntungan Diterapkannya Service-Oriented Architecture

    Dengan diterapkannya Service-Oriented Architecture dalam suatu perusahaan atau organisasi, pasti memberikan keuntungan-keuntungan terhadap pihak tersebut, beberapa keuntungan yang dapat timbul dengan penerapan SOA antara lain :

    1. Fleksibilitas

      Aplikasi yang dibangun dapat sewaktu-waktu berubah, baik itu bertambah ataupun berkurang, karena dengan diterapkannya SOA, sistem dapat dengan mudah diubah menyesuaikan dengan keinginan konsumen saat ini, dengan demikian suatu perusahaan atau organisasi yang menerapkan SOA akan dapat lebih beradaptasi, lebih berkembang, dan lebih dapat berinovasi.

    2. Kemampuan guna ulang service dan dapat mencegah sistem yang bersifat monolithic.

      Aplikasi yang sudah ada dalam suatu perusahaan atau organisasi dapat digunakan ulang. Demikian juga dengan service yang ada, dapat digunakan ulang dan dapat diakses oleh siapa saja.

    3. Sangat dinamis, dengan kemampuan untuk beradaptasi secara cepat terhadap keadaan baru.

      Dinamis berarti dapat selalu berubah-ubah dan bersifat tidak tetap atau tidak paten. Dengan diterapkannya SOA, suatu sistem dapat selalu berubah mengikuti keinginan pasar saat itu, jadi suatu perusahaan yang menerapkan SOA akan selalu dapat mengikuti perkembangan pasar dengan biaya dan usaha yang lebih ringan.

    4. Hemat biaya integrasi aplikasi.

      Biaya yang dikeluarkan dan usaha yang dikeluarkan untuk integrasi lebih hemat.

    5. Meningkatkan kesinambungan sistem IT dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

      Suatu sistem pasti suatu saat akan berubah menyesuaikan dengan teknologi atau keinginan pasar pada saat itu. Dengan diterapkannya SOA pada suatu perusahaan atau organisasi, sistem IT akan terus dapat dilanjutkan, diubah, atau diperbaiki dengan lebih mudah, sehingga sistem itu akan terus dapat berfungsi.

    6. Arsitekturnya terdistribusi, service dapat terletak dimana saja.

      Sifat arsitekturnya terdistribusi, artinya tidak harus terletak pada satu tempat saja. Service yang adapun dapat diletakkan dimana saja.

    Kesimpulan

    Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan beberapa hal dan mengapa SOA perlu diperlajari dan diterapkan. SOA merupakan suatu konsep arsitektur yang lahir karena tuntutan proses bisnis yang berubah-ubah. Apabila proses bisnis berubah, maka aplikasi-pun akan berubah mengikuti tuntutan bisnis, dan perusahaan atau organisasi memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan perubahan atau integrasi aplikasi. Dengan diterapkannya SOA, maka aplikasi yang sudah ada dapat digunakan ulang, dan dapat diintegrasikan dengan mudah dengan menerapkan teknologi-teknologi yang mendukung SOA seperti XML, WSDL, Web Service, SOAP, dan UDDI.

    Keuntungan-keuntungan yang sudah dibahas diatas, seperti fleksibilitas, kemampuan guna-ulang, dinamis, hemat biaya integrasi, kesinambungan sistem IT yang meningkat, dan juga arsitektur yang terdistribusi dapat memberikan dorongan dan pertimbangan mengapa SOA harus dipelajari dan diterapkan dalam suatu perusahaan atau organisasi.

    Agar suatu perusahaan atau organisasi dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, dan secara berkesinambungan dapat mengikuti keinginan konsumen maka konsep arsitektur Service-Oriented merupakan solusi yang tepat bagi perusahaan atau organisasi yang memerlukannya.

    Daftar Pustaka

    1. Lawler, James., Barber, Howell. Service-Oriented Architecture: SOA Strategy, Methodology, and Technology. Auerbach Publication, 2008
    2. http://www.w3.org/xml
    3. http://www.sicheres-egovernment.de/english/topics/soasecurity/advantages.htm

Written by das_84id

January 5, 2010 at 1:35 am

Internet Business

leave a comment »

Pendahuluan

Internet telah memberikan dampak yang besar bagi umat manusia, karena hampir semua informasi yang dibutuhkan tersedia lewat internet, dan bukan hanya informasi saja yang dapat diperoleh melalui internet, namun melalui internet berbagai aktivitas dapat dilakukan, seperti kegiatan menulis atau sering disebut blogging, kegiatan berdiskusi lewat forum diskusi, pengiklanan produk, belanja online, dan lain sebagainya. Pada awal dikenalnya bisnis lewat internet, pengguna fasilitas ini dapat digolongkan hanya orang-orang yang mengerti teknologi dan berkecimpung di dunia IT, namun dengan berjalannya waktu, saat ini bukan hanya mereka yang mendalami IT yang dapat menggunakan fasilitas ini, namun banyak orang yang telah menggunakan internet untuk mendukung bisnis mereka, atau sekedar menggunakan jasa usaha yang tersedia melalui internet, seperti berbelanja online.

Bisnis lewat internet cukup menguntungkan, karena dengan menggunakan internet, produk usaha tidak hanya dapat dilihat di dalam kota, atau dalam negeri saja, melainkan lingkupnya mencapai lingkup nasional, bahkan internasional. Beberapa keuntungan juga ditawarkan dalam menjalankan bisnis lewat internet, seperti dikenalnya produk lebih luas lagi, efisiensi perusahaan meningkat, tidak dibatasi ruang dan waktu, dan lain sebagainya.

E-Commerce

Electronic Commerce atau sering dikenal dengan sebutan e-commerce merupakan aktivitas jual beli baik itu berupa barang ataupun jasa melalui media elektronik (internet).

Tipe-tipe transaksi electronic commerce pun berbeda-beda. Berikut ini merupakan 3 tipe transaksi melalui internet.

  1. Business to Business

    Business to Business atau B2B merupakan aktivitas transaksi elektronik yang dilakukan antar badan usaha atau antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lain. Contoh dari B2B adalah Comodity exchange.

  2. 2. Business to Consumer

    Business to Consumer atau B2C merupakan aktivitas transaksi elektronik yang dilakukan antara perusahaan dengan konsumen. Contoh dari B2C adalah Amazon, Dagadu, dan lain sebagainya.

  3. 3. Consumer to Consumer

    Consumer to Consumer atau C2C merupakan aktivitas transaksi elektronik yang dilakukan antara konsumen dengan konsumen. Contoh dari C2C adalah kegiatan jual beli baik itu barang baru ataupun barang bekas melalui forum jual beli.

Cara Kerja E-Commerce

Berikut ini merupakan gambaran cara kerja e-commerce mulai dari sisi client atau customer sampai ke sisi administrator dan sebaliknya.

Cara kerja e-commerce

Dapat dilihat pada gambar diatas yang merupakan rangkaian jalannya proses transaksi e-commerce dari sisi administrator.

Administrator dengan label “You” melakukan manipulasi data di database menggunakan Admin Interface, yang merupakan halaman dimana administrator dapat menginputkan data, mengubah data, dan menghapus data, baik itu data mengenai shipping atau pengiriman barang, data produk atau jasa yang dijual, dan juga data mengenai informasi pembayaran. Data pada database ini nanti berhubungan langsung dengan Ecommerce website, produk yang ditampilkan diambil dari database, sedangkan data shipping, data payment dan validasinya menggunakan data shipping dan payment.

Dari sisi client atau customer, pertama kali client melakukan penelusuran produk, kemudian memilih produk, dan membeli produk melalui Ecommerce website. Setelah client setuju untuk melakukan pembayaran, maka data pembayaranpun disimpan dan kemudian data pengiriman pun juga disimpan, kemudian sampailah di sisi admin, dimana admin dapat melihat data transaksi terbaru lewat halaman administrator.

Gambaran lebih detail mengenai proses transaksi yang terjadi pada pembelian lewat internet adalah sebagai berikut.

Proses transaksi

E-Business

Electronic Business atau sering disebut e-business merupakan kegiatan transaksi melalui media elektronik (internet), namun bukan hanya aktivitas jual beli saja yang dikerjakan, namun juga layanan konsumen, dan juga berkolaborasi dengan partner bisnis lain. Dengan kata lain electronic business merupakan electronic commerce dengan lingkup yang lebih besar lagi.

Komponen Penting dalam E-Commerce

Dalam electronic commerce maupun electronic business terdapat komponen-komponen penting yang sangat mendukung kehidupan dari electronic commerce itu sendiri :

  • Website merupakan komponen penting dimana client dapat berinteraksi dengan e-commerce. Antarmuka website haruslah di desain sebaik mungkin. Client pertama kali akan melihat suatu website dari antarmuka-nya, ketika tampilan yang didapati tidak baik, maka client juga otomatis akan mempertanyakan sistem di dalamnya, pelayanan di dalamnya apakah baik juga, namun apabila antarmuka-nya baik, maka client sedikit banyak akan melihat bahwa sistem, pelayanannya baik pula.

  • Sebelum membuka electronic commerce, suatu perusahaan haruslah memiliki account pada bank, dimana account ini digunakan untuk mentransfer uang dari client atau partner bisnis lainnya. Account bank ini sangatlah vital pada suatu electronic commerce.

  • Software atau sistem yang dibangun haruslah baik. Software ini juga merupakan komponen vital dalam suatu e-commerce, karena disinilah aktivitas bisnis dilakukan. Software ini dapat terdiri dari berbagai macam proses bisnis seperti menyimpan order, purchase order, dan proses lain yang mendukung aktivitas transaksi e-commerce.

  • Internet server juga memainkan peranan penting untuk e-commerce. Penting untuk memastikan bahwa e-commerce memiliki web server yang terjamin, karena ini berkaitan dengan keamanan data.

  • Shopping cart juga merupakan suatu yang wajib ada dalam web e-commerce. Shopping cart merupakan fasilitas dalam web e-commerce yang memiliki fungsi sama seperti keranjang belanja di supermarket, jadi client dapat memasukkan berbagai macam barang dengan variasi jumlah sekaligus pada shopping cart, dan ini akan memberikan kemudahan bagi client untuk berbelanja online.

  • Security protocol dan digital signatures merupakan komponen penting juga dalam e-commerce. Ini merupakan teknik enkripsi yang digunakan untuk mengamankan website dari serangan virus dan hacker. Security protocol haruslah dibangun dengan teknik pemrograman terbaru dan algoritma terbaru untuk memastikan keamanan yang maksimal.

Keunggulan Online Business

Maraknya penggunaan internet sebagai media bisnis tentunya ada sebab yang memberikan keuntungan pada pengguna-nya, keuntungan-keuntungan dari penggunaan e-commerce atau online business antara lain :

  1. Cost effective

    Internet merupakan media yang sangat powerfull untuk melakukan aktivitas bisnis. Banyak hal ditawarkan lewat internet. Promosi lewat internet menawarkan cost effective kepada perusahaan kecil untuk dapat mengembangkan jaringan produk ataupun servicenya. Sebagai perbandingan pada bentuk marketing yang lain, promosi lewat internet memberikan keuntungan yaitu mengurangi budget, dan biaya storage, jika dibandingkan dengan promosi lewat brosur cetak, ataupun televisi dan radio. Internet menyediakan kecepatan dan cost effective dalam penetrasi market baru.

  2. Market penetration

    Dengan banyaknya pengguna internet yang menelusuri produk lewat internet, ini merupakan kesempatan bagi perusahaan kecil untuk melakukan penetrasi market. Dengan adanya internet suatu perusahaan dapat menawarkan produknya, membuka toko onlinenya sehingga client dapat langsung melihat produk yang ditawarkan, selain itu lewat internet suatu perusahaan dapat mengiklankan usahanya atau produknya juga dengan biaya yang lebih kecil.

  3. Low cost, instant communication

    E-mail dapat membuat komunikasi antar perusahaan, ataupun perusahaan dengan client menjadi lebih murah dan cepat, walaupun kedua perusahaan atau client berada di daerah yang berbeda dengan waktu yang berbeda pula.

    Dengan penggunaan internet dan juga perencanaan strategi yang baik akan membuat suatu perusahaan online yang kecil menjadi perusahaan yang hemat biaya dan juga penghasil keuntungan. Perusahaan dapat menggunakan berbagai cara untuk mengiklankan produk atau sekedar memberitahukan informasi terbaru dari perusahaan, antara lain dengan menggunakan ezines, blog, popup, dan lain sebagainya. Dengan menggunakan cara ini, marketer dapat memberikan penawaran produk terbaru pada konsumen dan juga sekaligus menjaga hubungan antara perusahaan dengan konsumen.

  4. Content is timeless

    Promosi lewat internet dikatakan timeless atau artinya tidak mengenal waktu atau tidak dapat dibatasi waktu. Ketika promosi dilakukan dengan menggunakan media televisi atau media cetak, mungkin pada satu waktu tertentu, jika produk baru muncul, maka produk sebelumnya lambat laun juga akan hilang dari promosi, namun lewat internet promosi dapat berlangsung terus menerus.

  5. Real time statistic for measuring success of promotion campaign

    Keuntungan yang paling significant dari promosi lewat internet adalah, kesuksesannya bisa diukur. Marketer dapat menggunakan tool yang dapat memberikan statistik yang real time pada pengunjung yang unik, pengunjung yang sering berkunjung ke websiteclick through rates pada iklan. Semua itu digunakan untuk mengevaluasi efektifitas dari promosi yang telah dilakukan.

  6. Time saving

    Dengan memanfaatkan website dari perusahaan, ini akan menggantikan aktivitas konseling mengenai produk dan keuntungannya, layanan informasi, dan lain sebagainya. Pengunjung dapat melihat frequently asked question (faq) untuk membantu dirinya, dan dapat berbelanja online tanpa melibatkan staff. Ini dapat menghemat waktu dan juga uang.

Kelemahan Online Business

Disamping kelebihan atau keuntungan electronic commerce, terdapat beberapa kelemahan electronic commerce, kelemahan-kelemahan itu antara lain.

  1. Difficulty attracting customers

    Perusahaan yang masih kecil kemungkinan tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk membayar biaya untuk promosi mereka seperti membayar biaya pay per click, dan seringkali mereka hanya mengandalkan mesin pencari, atau dari mulut ke mulut untuk mengarahkan client ke situs mereka. Dengan jutaan usaha yang menjual produk dan jasa yang sama, akan sangat sulit untuk bersaing dengan perusahaan yang sudah mapan.

    Di sisi lain, perusahaan besar mampu membiayai promosi mereka, seperti mengimplementasikan pay per click, sehingga dapat dengan mudah meningkatkan rating dari situs mereka.

  2. Difficulty in evaluating legitimacy of transaction

    Hal lain yang merupakan kelemahan dari bisnis online adalah sulitnya bagi pihak perusahaan atau pihak konsumen untuk melakukan evaluasi terhadap legitimasi transaksi. Perusahaan yang kecil sangat rentan terhadap para pencuri yang mencuri kartu kredit dan mencuri informasi yang digunakan untuk melakukan transaksi.

    Dengan meningkatnya penipuan dan penyalahgunaan kartu kredit, ini memaksa perusahaan kecil untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk menangani keamanan transaksi mereka, atau mengurangi kerentanan terhadap penipuan atau penyalahgunaan kartu kredit.

  3. Salesperson and customer are isolated

    Kelemahan lain dari bisnis online adalah konsumen dan pihak perusahaan sama-sama terisolasi. Hanya ada sedikit komunikasi antara pihak client dengan pihak perusahaan sebelum dan sesudah transaksi ditutup. Oleh sebab itu prospek untuk mengulang kembali penjualan akan mengecil juga. Oleh karena itu pengusaha harus mengadopsi strategi penjualan online untuk dapat mengarahkan konsumen ke situs mereka.

    Dari semua indikasi tersebut diatas, tampak bahwa keunggulan promosi bisnis dengan menggunakan internet atau promosi online jauh diatas kelemahannya. Dengan pengetahuan yang memadai, pengusaha dapat memperoleh keuntungan secara nyata dari promosi online, khususnya bagi pemilik usaha kecil.

    Dengan terus menerus meningkatnya penggunaan internet yang menawarkan kemudahan dan akses dimana saja, hal ini seharusnya menjadi petunjuk untuk usaha kecil mulai melakukan promosi dan bisnis melalui internet untuk meningkatkan daya saing mereka secara online.

Written by das_84id

January 5, 2010 at 1:17 am

Posted in Corporate IS

Self-Sourcing, In-Sourcing, and Out-Sourcing

with 80 comments

Pendahuluan

Bisnis saat ini berkembang sangat pesat, yang menyebabkan persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Banyak sekali operasional dalam perusahaan yang harus dilakukan dalam mewujudkan target dari perusahaan. Seorang manajer harus dapat mengambil keputusan dalam pengerjaan operasional suatu perusahaan. Manajer perlu memperhitungkan beberapa faktor dalam mengelola pengerjaan operasional perusahaan seperti faktor waktu, biaya, sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Ada beberapa pendekatan dalam mengelola pengerjaan operasional atau pengerjaan suatu proyek dalam perusahaan, yaitu pendekatan selfsourcing, pendekatan insourcing, dan pendekatan outsourcing. Masing-masing pedekatan tersebut pasti memiliki keunggulan dan kelemahan. Berikut ini akan dijelaskan secara lebih rinci mengenai masing-masing pendekatan dalam hubungannya dengan pengembangan sistem informasi dalam suatu perusahaan.

Pendekatan Self-Sourcing

SelfSourcing merupakan pendekatan dalam proses pengerjaan operasional atau pengerjaan proyek suatu perusahaan yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan, yaitu para pekerja yang berhubungan dengan proyek yang dikerjakan dengan kontribusi minim dari spesialis IT, atau mengandalkan keahlian yang sudah ada. Pekerja IT dalam perusahaan tersebut mengembangkan sistem informasi yang nantinya akan digunakan oleh perusahaan itu sendiri. Jadi inti dari selfsourcing adalah pengerjaan suatu proyek dalam hal ini sistem informasi suatu perusahaan oleh perusahaan itu sendiri, atau secara internal dikembangkan oleh perusahaan itu sendiri.

Proses atau metode perancangan sistem informasi untuk selfsourcing biasanya menggunakan metode perancangan sistem yang biasanya melakukan demonstrasi sistem terlebih dahulu pada client (sistem belum sempurna), yang gunanya untuk mengetahui lebih lagi akan keinginan client terhadap sistem yang dibuat, sehingga sistem yang tadinya belum sempurna dapat dikembangkan lagi atau lebih disempurnakan.

Figure 1 dibawah ini merupakan gambaran aliran perancangan sistem dengan menggunakan metode atau pendekatan self-sourcing, dimana terjadi perulangan pada proses revise & enhance yang merupakan proses perbaikan dan penyempurnaan sistem informasi sesuai dengan keinginan client atau dalam hal ini pihak perusahaan.

Self Sourcing

Ada beberapa keunggulan atau keuntungan menggunakan selfsourcing, dan juga kelemahan menggunakan selfsourcing. Keunggulan atau keuntungan menggunakan selfsourcing antara lain :

  1. Dapat mengatur sendiri atau memutuskan syarat-syarat yang diperlukan untuk membangun sistem informasi.Karena sistem dibangun oleh pekerja internal perusahaan dan produknya nanti juga diperuntukkan perusahaan itu sendiri, maka perusahaan itu punya hak penuh dalam menentukan requirement atau syarat-syarat atau kebutuhan yang diperlukan dalam mengembangkan sistem informasi tersebut, sehingga dalam pengelolaannya, manajer perusahaan dapat mengontrol biaya yang dikeluarkan dalam mengembangkan sistem tersebut.

  2. Meningkatkan partisipasi pekerja dan rasa kepemilikan pekerja terhadap perusahaan.Dengan mempekerjakan pekerja internal perusahaan dalam mengembangkan sistem, berarti partisispasi pekerja akan meningkat, dan diharapkan rasa kepemilikan pekerja terhadap perusahaan semakin meningkat, walaupun itu belum tentu terjadi.

  3. Waktu yang diperlukan untuk mengembangkan sistem informasi tergolong cepat.
    Karena sistem informasi dikembangkan dalam perusahaan itu sendiri, maka proses pengembangan sistem informasi akan lebih cepat, karena setiap kebutuhan yang diperlukan oleh pekerja IT mengenai perusahaan akan segera didapat, juga apabila perusahaan ingin menambahkan sesuatu pada sistem informasi, perusahaan hanya perlu mengkonfirmasi pekerja IT perusahaan tersebut, dan pekerja IT akan dapat langsung mengerjakan perubahaanya.

Selain beberapa keuntungan menggunakan selfsourcing dalam mengerjakan operasional perusahaan atau proyek perusahaan, ada juga beberapa kerugian dengan penggunaaan selfsourcing.

  1. Kurangnya keahlian pekerja IT dalam perusahaan yang menyebabkan sistem yang dibangun menjadi kurang maksimal.

  2. Tidak cukupnya alternatif disain sistem IT menyebabkan tersendatnya pengembangan sistem ke tahap berikutnya.

  3. Dokumentasi yang minim dan kurangnya dukungan dari luar menyebabkan sistem yang dibangun akan mempunyai umur yang pendek.

Pendekatan Out-Sourcing

Pendekatan outsourcing merupakan penyerahan tugas atau pekerjaan yang berhubungan dengan operasional perusahaan ataupun pengerjaan proyek kepada pihak ketiga atau perusahaan ketiga dengan menetapkan jangka waktu tertentu dan biaya tertentu dalam proses pengembangan proyeknya.

Berikut ini merupakan gambar diagram yang menunjukkan proses apa saja yang dilakukan dalam lewat cara outsourcing.

Out Sourcing

Melalui outsourcing, perusahaan dapat membeli sistem informasi yang sudah tersedia, atau sudah dikembangkan oleh perusahaan outsource. Perusahaan juga dapat meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi sistem yang sudah ada.  Perusahaan juga dapat membeli software dan meminta perusahaan outsource untuk memodifikasi software tersebut sesuai keinginan perusahaan. Dan juga lewat outsourcing perusahaan dapat meminta untuk mengembangkan sistem informasi yang benar-benar baru atau pengembangan dari dasar.

Berikut ini merupakan gambaran proses yang terjadi pada pendekatan outsourcing.

out sourcing

Adapun keuntungan dari penggunaan pendekatan outsourcing adalah.

  1. Perusahaan dapat lebih fokus pada hal yang lain, karena proyek telah diserahkan pada pihak ketiga untuk dikembangkan.

  2. Dapat mengeksploitasi skill dan kepandaian yang berasal dari perusahaan atau organisasi lain dalam mengembangkan produk yang diinginkan.

  3. Dapat memprediksi biaya yang dikeluarkan untuk kedepannya.

  4. Biasanya perusahaan outsource sistem informasi pasti memiliki pekerja IT yang kompeten dan memiliki skill yang tinggi, dan juga penerapan teknologi terbaru dapat menjadi competitive advantage bagi perusahaan outsource. Jadi dengan menggunakan outsource, otomatis sistem yang dibangun telah dibundle dengan teknologi yang terbaru.

  5. Walaupun biaya untuk mengembangkan sistem secara outsource tergolong mahal, namun jika dibandingkan secara keseluruhan dengan pendekatan insourcing ataupun selfsourcing, outsourcing termasuk pendekatan dengan cost yang rendah.

Selain keunggulan diatas, pendekatan outsourcing juga memiliki beberapa kelemahan, kelemahan-kelemahan itu antara lain:

  1. Kurangnya perusahaan dalam mengerti teknik sistem informasi agar bisa dikembangkan atau diinovasi di masa mendatang, karena yang mengembangkan tekniknya adalah perusahaan outsource.

  2. Menurunkan kontrol perusahaan terhadap sistem informasi yang dikembangkan.

  3. Informasi-informasi yang berhubungan dengan perusahaan kadang diperlukan oleh pihak pengembang aplikasi, dan kadang informasi penting juga perlu diberikan, hal ini akan menjadi ancaman bagi perusahaan bila bertemu dengan pihak pengembang yang nakal.

  4. Ketergantungan dengan perusahaan lain yaitu perusahaan pengembang sistem informasi akan terbentuk.

Pendekatan In-Sourcing

Pendekatan in-sourcing merupakan kebalikan dari out-sourcing. Jika out-sourcing melimpahkan pengerjaan proyek pada pihak ketika, in-sourcing mengembangan proyek dengan memanfaatkan spesialis IT dalam perusahaan tersebut. Contohnya perusahaan tekstil dari Jepang membuka perusahaan di Indonesia dengan alasan karena gaji orang Indonesia dapat lebih rendah dari gaji pegawai Jepang. Pada kasus ini perusahaan di Jepang melakukan out-sourcing sedangkan perusahaan Jepang yang ada di Indonesia melakukan in-sourcing.

Keuntungan pengembangan sistem informasi atau proyek lain dengan menggunakan pendekatan in-sourcing adalah :

  1. Perusahaan dapat mengontrol sistem informasinya sendiri.

  2. Biaya untuk pekerja dalam perusahaan biasanya lebih kecil daripada biaya untuk pekerja outsource.

  3. Mengurangi biaya operasional perusahaan, seperti transport, dll.

Selain keuntungan diatas, terdapat beberapa kelemahan menggunakan in-sourcing, yaitu perusahaan perlu memperhatikan masalah investasi dari pengembangan sistem informasi, jangan sampai pengembangan memakan waktu terlalu lama yang akan memangkas biaya lebih lagi.

Kesimpulan

Dari pembahasan mengenai ketiga pendekatan pengembangan proyek yaitu self-sourcing, out-sourcing, maupun in-sourcing. Ketiga pendekatan memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sebenarnya tidak bisa dikatakan mana yang lebih baik dan mana yang buruk, tapi kebijakan memilih pendekatan itu tergantung pada situasi perusahaan. Ada pula perusahaan yang tidak hanya menggunakan satu pendekatan, namun dua pendekatan sekaligus digunakan.

Jika suatu perusahaan kekurangan pekerja, kemudian tidak memiliki waktu dan tenaga untuk mengembangkan aplikasi secara internal, maka out-sourcing dapat menjadi pilihan bagi perusahaan tersebut dalam mengembangkan proyek atau operasional perusahaannya. Out-sourcing dalam hal ini akan membantu perusahaan untuk memangkas waktu, memangkas effort atau usaha yang dilakukan, dan juga memangkas penggunaan tenaga kerja, dan juga memberikan hasil bagi perusahaan.

Jika perusahaan memerlukan jasa yang membutuhkan keahlian pada area tertentu yang bukan merupakan core competency dari perusahaan, maka out-sourcing kembali jadi pilihan disini, karena dengan out-sourcing dapat memberikan akses pada jasa keahlian, dan juga dapat mengurangi biaya, dan lebih cepat mendapatkan hasil dari proyek atau operasional perusahaan yang dilempar ke pihak ketiga atau perusahaan outsource.

Jika suatu operasional perusahaan yang akan dikerjakan meliputi proses produksi, maka in-sourcing atau self-sourcing yang menjadi pilihan, karena akan menghemat biaya transportasi dan perusahaan memiliki kontrol lebih terhadap proyeknya.

Namun bila dibandingkan keuntungan dan kerugiannya antara pendekatan yang satu dengan yang lain, maka penulis lebih memilih pendekatan out-sourcing. Karena perusahaan tidak perlu berkorban waktu, sumber daya manusia, dan lain sebagainya untuk mengembangkan proyek, dan dapat berkonsentrasi terhadap project yang lainnya. Dan biaya yang jika dikalkulasi secara keseluruhan lebih murah daripada proyek yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan lainnya.

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/wiki/Selfsourcing
http://en.wikipedia.org/wiki/Insourcing
http://en.wikipedia.org/wiki/Outsourcing
http://searchcio-midmarket.techtarget.com/sDefinition/0,,sid183_gci1000947,00.html#
http://www.taufik.staff.ugm.ac.id/images/file/Kuliah_1.pdf
http://classes.uleth.ca/200402/mgt3061a/haag6s.ppt
http://www2.muw.edu/~stollison/fall2007/bu294/13_choices_and_tools_of_the_sdlc.doc

Written by das_84id

January 5, 2010 at 12:52 am

Posted in Corporate IS